BHINNEKA TANGGAL KITA

June 29, 2015

Ketika kita mengulas tentang “pluralisme” atau “keberagaman di Indonesia”, dengan sangat cepat kita teringat falsafah “bhinneka tunggal ika”—yang acap kali diartikan “berbeda-beda tetap satu jua”. Kalimat ini dipetik dari sebuah kitab Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada abad ke-14: kurun kejayaan Kerajaan Majapahit di bawah pimpinan Maharaja Sri Rajasanagara yang lebih masyhur dengan nama kecilnya: Hayam Wuruk.

[ read more ]

KAMI MARAH; INI BUKAN ARAB, BUNG!

Melebur batas bersama barisan Milisi Kecoa, Mari kembali ke tahun 2010. Judul di atas berasal dari dua buah lagu milik komplotan hardcore/punk asal Bandung, Milisi Kecoa, “Kami Marah!” dan “Ini Bukan Arab, Bung!”.

[ read more ]

GELIAT PEREMPUAN DALAM LINGKARAN ADAT

Dalam dunia patriarki, perempuan yang terlahir telah ditentukan masa depannya. Sedari kecil hingga dewasa, ia diarahkah untuk menjadi seorang istri sekaligus ibu, tugasnya mengurus suami, anak, dan urusan domestik. Ia lebih dihargai jika pandai memasak, daripada menulis jurnal akademik, atau membuat inovasi yang berguna bagi kepentingan orang banyak. Ia lebih dikagumi karena kepura-puraan tingkah laku yang anggun dan pribadi yang halus.

[ read more ]