Forum MBB
By: Forum MBB
May 3, 2017

MUSIK BINEKA BERTANGGUNG JAWAB

Pada Jumat dan Sabtu, 28-29 April 2017, lalu Forum MBB – Muda Berbuat Bertanggung jawab menyambangi Jogja dalam rangka acara Musik Bineka Bertanggung jawab. Ajang yang menggabungkan diskusi dengan musik tersebut menyorot maraknya peredaran oplosan di masyarakat. Adanya niat beberapa fraksi DPR untuk “meluruskan moral” para anak muda di Indonesia lewat manuver RUU Pelarangan Minuman Beralkohol menjadi sumber banyak masalah.

Belum saja itikad itu disahkan secara legal, di lapangan telah mulai sulit mendapatkan minuman beralkohol (minol). Kalau pun ada harganya telah melonjak drastis. Masyarakat − terutama kelas bawah − yang ingin mengkonsumsinya menjadi terhambat akibat nominalnya yang tak terjangkau lagi oleh kantong. Maka itu mereka mencari alternatif lain yaitu oplosan. Entah didapatkan dengan mencari pemasok oplosan atau membikinnya sendiri. Minimnya pengetahuan soal alkohol yang mana aman dikonsumsi yang mana jangan sama sekali dikonsumsi karena amat berbahaya telah berakibat pada bergelimpangannya korban di cukup banyak daerah di Nusantara. Salah satu yang tertinggi adalah Yogya.

MBB sendiri terlibat di sini mengingat banyaknya korban jatuh dari kalangan anak muda. MBB sungguh percaya bahwa masa depan bangsa ada di pundak anak muda. Selain itu, itikad melarang sepenuhnya peredaran minol adalah khianat pada kebinekaan di negeri ini. Sebab kebiasaan mengkonsumsi minol telah menjadi tradisi serta wajah khas Nusantara. Juga berarti mengangkangi hak sipil karena negara hendak mengatur terlalu jauh masuk ke ranah pribadi warga negara. Dari rupa-rupa faktor lancung itulah maka MBB bertekad mencegah bergulirnya RUU minol.

Musik Bineka Bertanggungjawab diawali dengan bincang-bincang di radio Sonora pada Jumat soal oplosan yang berkelindan dengan pengkhianatan pada kebinekaan serta hak sipil. Hadir 3 pembicara yaitu koordinator MBB, Rudolf Dethu; Sugi Lanus dari LIAM Foundation yang memang fokus pada isu oplosan, serta Budi, humas Rumah Sakit Muhammadiyah yang banyak menangani korban oplosan. Di hari berikutnya, Sabtu, lokasi acara berpindah ke Kedai Kebun Forum. Dimulai dengan konferensi pers/tanya jawab antara MBB, LIAM Foundation, serta RS Muhammadiyah yang kali ini diwakili oleh dr. Imam; dengan awak media setempat. Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan musik dari Chucky, Wirox Serigala, serta Sangkakal. LIAM Foundation sempat menyisipkan juga presentasi pendek soal bahaya oplosan.

Merdeka menjadi bianglala!

Comments