Rudolf Dethu
By: Rudolf Dethu
December 7, 2015

PERNYATAAN SIKAP FORUM MBB TENTANG RUU PELARANGAN MINUMAN BERALKOHOL

Dengan adanya RUU Larangan Minuman Beralkohol kami sebagai penikmat minuman beralkohol merasa hak kami kian dikebiri. Ide pelarangan minuman beralkohol adalah kesewenangan terhadap hak sipil.

Pemerintah tidak berhak melarang warganya apa yang harus dikonsumsinya, menentukan baik-buruknya sesuatu dengan menggunakan indikator tak jelas macam kualitas moral.

Hak-hak sipil harus dihargai tinggi sebab ia adalah kebebasan fundamental yang diperoleh sebagai hakikat dari keberadaan seorang manusia. Hak sipil dilindungi oleh undang-undang maka itu pemerintah jangan seenaknya melanggar kebebasan individu dengan memunculkan peraturan tak beralasan, menganggap warganya tak punya kemampuan untuk menentukan apa yang baik apa yang buruk.

Pemerintah tak berhak masuk hingga ke sendi-sendi terkecil kehidupan warganya sampai-sampai berkeinginan mengatur bahkan melarang apa yang boleh dikonsumsi dengan menggunakan indikator lemah macam “minuman beralkohol adalah penyebab segala tindakan amoral dan kriminalitas.” Riset sahih mana yang pemerintah gunakan sampai berani berkesimpulan demikian? Padahal secara logika sederhana saja, mana lebih tinggi tingkat kriminalitas di negara-negara Skandinavia dengan negara Indonesia? Kenapa di Timur Tengah sejak dulu berperang, saling bantai tiada henti hingga kini padahal jelas-jelas mereka anti alkohol?

Jika hal ini dibiarkan maka ke depannya warganya yang dianggap tak mengerti apa-apa akan diatur bagaimana berpakaian, apa yang boleh dikonsumsi, dengan siapa ia boleh berpacaran, mengapa para perempuan dilarang keluar malam, dsb.

RUU Larangan Minuman Beralkohol adalah pelanggaran berat terhadap penghargaan kepada hak sipil.

Comments