Gede Robi
By: Gede Robi
June 29, 2015

SEKALI MERDEKA, TETAP MERDEKA

Merdeka berasal dari bahasa Sansekerta, maharddhika, yang berarti “kaya, makmur dan kuat”. Dalam bahasa Indonesia bermakna “ bebas” atau “tidak terikat atau terjajah”.

Kita semua ingin merdeka. Bebas. Merdeka dari perasaan tertindas, merdeka dari belenggu kesulitan ekonomi, merdeka dari kebodohan, merdeka dari penderitaan dan rasa sakit, merdeka menentukan pekerjaan, merdeka menentukan nasib, merdeka untuk memilih keyakinan, merdeka untuk memilih lingkungan dan kualitas hidup yang layak, merdeka untuk menyampaikan pendapat, merdeka secara uang dan waktu, merdeka dari ikatan-ikatan yang tidak kita inginkan, bahkan merdeka dari kenikmatan semu duniawi bagi mereka yang mendambakan kemerdekaan versi spiritual.

Bila dihubungkan dengan asal katanya, maka “merdeka” ini bisa dengan mudah disetir menuju pemahaman akan kondisi bebas, sebebas-bebasnya, sewenang-wenang karena kita mau, mampu, kaya atau berkuasa. Kondisi itukah yang kita inginkan?

Bagaimana jadinya apabila itu menyenggol “kemerdekaan” individu lain? Bagaimana jadinya jika “kemerdekaan” ini menghancurkan keseimbangan dan kelestarian alam? Bagaimana jika “kemerdekaan’ ini hanya bermanfaat bagi segelintir orang rakus dan tidak menyisakan secuilpun sumber daya untuk kehidupan mendatang?

Gede_Robi_freedom_1

Tentu akan menyebabkan konflik yang menjurus pada ketidaknyamanan dan penderitaan. Ini jelas melenceng jauh dari kondisi “merdeka” yang kita idam-idamkan, bukan? Maka itulah muncul kemudian “merdeka yang bertanggung jawab”.

Ada dua hal di sini: “merdeka” dan “bertanggung jawab”.

Tanggung jawab ini erat kaitannya dengan kesadaran individu yang “dewasa”. Ini penting bagi para pemuda-pemudi, karena masa ini adalah proses perubahan dari anak-anak menjadi dewasa. Memang kedewasaan tidak bisa diukur oleh umur. Tapi kedewasaan adalah kondisi sadar bahwa dalam bertindak, individu tersebut sadar akan dampak dari tindakakannya tersebut. Dampak bagi manusia lain, alam, dan masa depan.

Menjadi dewasa juga sadar bahwa peran seseorang dalam suatu tempat, waktu, dan keadaan itu cuma dua; Menjadi bagian dari masalah, atau menjadi bagian dari solusi. Bertanggung jawab adalah memilih untuk menjadi bagian dari solusi.

Membuat kesalahan itu sangatlah manusiawi, tapi kedewasaan itu dinilai dari bagaimana reaksinya terhadap masalah yang muncul dan cara mencari solusinya. Lebih cerdas lagi jika mampu mencegah masalah sebelum terjadi. Lebih bijak lagi bila memiliki perspektif yang positif, melihat sesuatu bukan sebagai masalah melainkan solusi.

Orang seperti inilah yang disebut individu merdeka yang bertanggung jawab.

Orang-orang seperti ini secara alami selalu membawa energi dan perubahan positif pada lingkungan dimana dia berada. Energi ini, bila dipelihara dengan baik dan sadar, akan terus bertambah, ibarat kendi yang penuh air dan meleleh tumpah, membasahi lingkungan di sekitarnya. Penuh dan selalu berbagi. Menginspirasi untuk menculnya kendi-kendi air baru yang juga membasahi tempat-tempat baru, memperluas kesejukan, kebaikan, dan kehidupan.

Gede_Robi_freedom_5

Indonesia, bangsa besar yang mengumandangkan kemerdekaannya sejak 70 tahun silam, hanya akan menjadi perwujudan dari kata itu apabila sebagian besar masyarakatnya juga merdeka. Warga adalah refleksi dari Negara. Bangsa hanya merdeka jika rakyatnya merdeka.

Merdeka yang bertanggung-jawab itu sadar bahwa kita kaya, makmur dan kuat , dan dengan kemampuan ini senantiasa memberi kebaikan untuk sesama, alam dan masa depan.

Sekali merdeka, tetap merdeka!

GEDE ROBI
Biduan, Aktivis Lingkungan

Comments